Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

MANUSIA PRA AKSARA

Jumat, 20 Januari 2012


1.    Pengertian manusia Pra aksara
Manusia pra aksara adalah manusia yang hidup sebelum tulisan dikenal. Karena belum ditemukan peninggalan tertulis, maka gambaran mengenai kehidupan manusia purba dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan berupa :
a.    Fosil
Fosil adalah sisa – sisa kerangka makhluk hidup yang telah membatu, yang pada umumnya terdapat pada lapisan bumi. Diantara fosil – fosil tersebut ada yang dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia pada jaman pra aksara, fosil itu disebut dengan fosil pandu / Leif Fosil.
b.    Artefak
Artefak adalah alat – alat yang digunakan manusia purba untuk menunjang kehidupannya.
c.     Abris Sous Roche
Abris Sous Roche adalah gua karang tempat perlindungan manusia purba. Abris Sous Roche banyak ditemukan di teluk Triton (Irian Jaya), Pulau Seram dan Sulawesi Selatan.
d.    Kejokken Moddinger
Kejokken Moddinger adalah tumpukan kulit kerang yang tinggi dan memanjang menyerupai bukit. Banyak ditemukan di Medan (Sumatra Utara) dan langsa (Aceh).
2.    Jenis – jenis manusia Pra aksara
Beberapa jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia sebagai berikut:
a.    Megantropus paleojavanicus (manusia raksasa dari Jawa)
Fosil Megantropus paleojavanicus merupakan jenis fosil paling tua di Indonesia. Fosil ini ditemukan di Sangiran. Jawa Tengah antara tahun 1936 – 1941. Penemunya adalah seorang peneliti Belanda yang bernama G.H.R Von Koenigswald.
Ciri – ciri Megantropus paleojavanicus adalah:
1)    Bebadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala.
2)    Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
3)    Tidak berdagu.
4)    Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat.
5)    Makananya jenis tumbuh – tumbuhan.

b.    Pithecanthropus
Ciri – ciri Pithecanthropus adalah:
1)    Tinggi tubuhnya kira – kira 165 – 180 cm.
2)    Bdan tegap, namun tidak setegap Meganthropus.
3)    Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
4)    Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.
5)    Volume otaknya sekitar 900 cc.
6)    Hidaung lebar dan tidak berdagu.
7)    Makanannya bervariasi.
Fosil Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia dikelompokan menjadi berbagai jenis:
a.    Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil, Lembah sungai Begawan Solo (Jawa Tengah). Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bagian atas tengkorak, geraham dan tulang kaki.
b.    Pithecanthropus Soloensis
Pithecanthropus Soloensis artinya manusia kera dari Solo. Fosil ini ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald dan Oppernoorth di Ngandong dan Sangiran, tepi sungai Begawan Solo pada tahun antara 1931 – 1933. Fosil yang ditemukan berupa tulang tengkorak dan tulang kening.
c.     Pithecanthropus Mojokertensis
Pithecanthropus Mojokertensis artinya manusia kera dari Mojokerto, fosil ini ditemukan oleh duyfjes, G.H.R Von Koenigswald dan Cokro Handoyo di Perning, Mojokerto, Jawa Timurpada tahun 1936. Fosil ini sering disebut juga Pithecanthropus Robustus artinya manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya.

c.     Homo
Fosil jenis Homo merupakan jenis fosil yang paling muda dibandingkan fosil – fosil manusia purba jenis lain. Para ahli sering menyebut fosil fosil jenis Homo ini dengan Homo Erectus (manusia berjalan tegak) atau Homo sapiens (manusia cerdas atau bijaksana).

Ciri – ciri jenis Homo antara lain :
1)    Tinggi tubuh 130 – 210 cm.
2)    Volume otak lebih berkembang disbanding Meganthropus dan Pithecanthropus.
3)    Otot kunyah, gigi dan ranhang sudah menyusut.
4)    Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu.
5)    Mempunyai ciri – ciri ras Mongoloid dan Austramelanesoid.

Jenis – jenis fosil Homo adalah :
a). Homo Soloensis
Homo Soloensis artinya manusia purba dari Solo. Fosil ini ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald dan Weidenrich pada tahun 1931 – 1934 di lembah Sungai Bengawan Solo. Fosil ini ditemukan berupa tulang tengkorak. Dilihat dari volume otaknya dapat diketahui bahwa jenis ini sudah merupakan manusia bukan manusia kera.
b). Homo Wajakensis
Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung (Jawa Timur). Diperkirakan telah padai membuat alat – alat dari batu maupun tulang mereka juga diperkirakan telah mengenal cara memasak makanan.

ZAMAN PRA AKSARA

Selasa, 06 Desember 2011

Zaman pra aksara adalah Zaman manusia belum mengenal tulisan. Zaman pra aksara disebut juga zaman nirleka.
Zaman pra aksara berlangsung sejak manusia belum mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan.
Para Ahli membaginya menjadi 4 babak perkembangan bumi, yaitu :

1.    Zaman Azoikum
Zaman ini berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini Bumi masih berupa bola gas yang sangat panas.

2.    Zaman Paleozoikum
Zaman ini berlangsung kurang lebih 340 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan. Seperti hewan bersel satu, hewan-hewan kecilyang tidak bertulang pungggung, jenis ikan dan jenis ganggang atau rumput-rumputan. Zaman ini juga disebut zaman primer.

3.    Zaman Mesozoikum
Zman ini berlansung kurang lebih 140 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan yang hidup di darat dan iklim mulai membaik dengan curah hujan rendah. Beberapa jenis amphibi menjadi besar, bentuknnya berubah, sisknya menjadi besar-besar, telurnya keras, dan munculnya reptile raksasa, seperti dinosaurus.

4.    Zaman Neozoikum
Zaman ini berlansung kurang lebih 65 juta tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi 2, yaitu :

a)    Zaman Tersier
Pad zaman ini jenis reptile berkurang, jenis kera mulai berkembang, jenis hewan menyusui ( mamalia ) berkembang lebih sempurna dan muncul jenis kera manusia. Zaman ini dibagi menjadi beberapa masa, yaitu :
·       Paleosen
·       Eosen
·       Oligosen
·       Miosen
·       Pliosen

b)   Zaman Kwarter
Zaman ini berlansung kurang lebih 600.000 tahun yang lalu. Zaman  ini dibagi menjadi 2, yaitu :
ü Kala Pleistosen
Kala ini merupakan kala yang sangat penting, karena sudah muncul manusia purba. Keadaan alm pada masa ini masih liar dan labil karena silih bergantinya 2 zaman, yaitu
·       Zaman glasial
Zaman dimana meluasnya lapisan es kutub di utara sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es. Sedangkan yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya permukaan bumi diberbagai tempat.
·       Zaman intrglasial
Zaman-zaman di antara 2 zaman es. Temperature naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan menyebabkan banjir besar diberbagai tempat. Hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah oleh laut dan selat.
Pada kala Pleistosen hanya hewan yang berbulu tebal yang mampu bertahan hidup, salah satunya adalah mammouth (gajah berbulu tebal). Sedangkan hewan yang berbulu tipis pindah ke derah tropis.

ü Kala Holosen
Pada awal kal Holosen, sebagaian besar es kutub utara sudah lenyap,sehingga air laut naik lagi. Manusia purba mulai musnah, dan munculnya manusia cerdas ( homo sapiens ) seperti manusia sekarang.